Selasa, 24 November 2020

Sejarah Penyiaran Injil dan Pembangunan Tugu Peringatan di Wilayah V Kosarek

Injil masuk di lembah Yalimo kampung suwele Piliyam tanggal 24 maret 1961 merupakan keutuhan misi penginjilan GKI di daerah Yalimo, hanya karena kepentingan kerajaan Allah menuntun Misionaris mendaratkan Injil di daerah Yali dan Mek karena berada di satu lembah yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan social kemasyarakatan tetapi di bedakan dari suku dan bahasa. Injilpun mulai menyebar melakukan penyiaran di lembah Yahuli di angguruk masuk pada tanggal 19 Mei 1961. Tempat dimana pusat pelayanan penginjilan, pelayanan pendidikan nonformal Nare-nare dan pusat kesehatan,  di angguruk di tetapkan sebagai pusat semua pelayanan oleh missionaris. 

pada waktu pekerjaan lapangan terbang angguruk ada beberapa orang dari serekahi juga terlibat karena lantaran hubungan kekeluargaan dengan orang helariki. Orang Serekahi banyak sekali keturunan dari helariki dan sebaliknya, termasuk penginjil pertama dari orang Kosarek Ismael Suhuniap ibunya dari Helariki dan Penginjil Pertama Thomas mulikma lahir di helariki di uala.

Karena lantaran hubungan kekeluargaan orang serekahi dan orang Helariki pada tahun 1964 Maklon soneap bersama rombongan naik ke Angguruk bantu kerja lapangan di Homtongko yang sekarang disebut dengan Angguruk,  dan setelah kerja saat mau pulang hadiah yang dikasih oleh Para Misionaris berupa garam, perna bawah turun ke orang serekahi yang tinggal di Telam dan Pintewalikmu dan ada beberapa orang lagi naik minta ke Pdt. Siegfried Zoelner untuk bawah kabar baik atau (ALLAH WENE) ke daerah mereka. Tetapi karena pelayanan untuk missi baru belum dipikirkan sehingga mereka focus kepada perluasan pelayanan di wilayah angguruk lembah Yahuli dan Sosom terlebih dahulu melakukan perluasan Injil.

Pada akhirnya pada tanggal 25 November 1970 Pdt. Siegfried Zoelner dan Adam Roth bersama rombongan mulai berjalan dari Angguruk untuk buka misi baru di daerah Kosarek. Mereka sampai di seberang gunung yenggu berseblaan dengan kampung serekahi di sobom, karena waktu sudah malam mereka melakukan doa sulung dan tidur di situ, pada pagi hari ada pihak yang tidak terima dengan kedatangan mereka karena persiapan jimat-jimat atau (merawal) langsung komukasi dengan kampung lain untuk melakukan penyerangan, tetapi karena orang serekahi,  ada pihak lain merasa kasih sayang terhadap mereka pergi duluan ke Sobom dan tembak panah sembarangan supaya mereka harus meninggalkan tempat dan kembali ke anggruk. Kalau tidak ada orang yang pergi duluan tembak kearah lain sebagai kode untuk mereka tinggalkan sobom di sebla serekahi berarti masa besar dari berbagai kampung yang datang membunuh Pdt. Siegfried Zoellner dan Adam Roth Bersama Rombongan.

Perjalanan mereka ini banyak yang menduga bahwa melakukan penolakan, sedangkan dalam bukunya, Susanne Kisah kehidupan dan pelayanan Keluarga Pdt. Klaus Reuter, yang di terbitkan oleh Wahine di halaman 65. “Meskipun demikian kami anjurkan kepada para siswa sekolah Alkitab, untuk belajar bahasa disana, karena bahasa di pinij juga merupakan bahasa yang di gunakan di daerah Kosarek, yaitu daerah dimana Zoellner dan Roth perna di usir ketika melakukan perjalanan kunjungan untuk membuka hubungan. Di kemudian hari apabila orang-orang dari Kosarek meminta penginjil atau guru, maka para siswa inilah yang bisa memulai pelayanan disana. Menurut laporan-laporan terbaru yang masuk ada beberapa kampung di daerah Kosarek yang menginginkan seorang guru, tetapi disisi yang lain juga ada kampung-kampung lain yang menyiapkan peralatan perang untuk membunuh setiap orang baru yang datang. Yang pasti kami sedang menyiapkan segala sesuatu untuk hari ke X di Kosarek yang kami yakini pasti akan tiba waktunya.”

Dalam buku ini menjelaskan bahwa sekalipun mereka diusir tetapi ada kampung-kampung lain yang menginginkan seorang guru, dari sinilah Bapa Reuter yang melakukan pelayanan penginjilan dan membuka lapangan terbang di Kosarek. Menghadapi banyak tantangan dan pertikaian menganggap bahwa perjalanan Dr.Siegfriet Zoellner dan Adam Roth meyakini bahwa sudah perna melakukan doa sulung. Pada akhirnya pada 10 september 2014 di kursus pembianaan Jemaat kasih uang satu juta kepada Jemaat serekahi dan minta kepada mereka untuk bangun tanda bekas kaki dan taman bunga.


1.    Wawancara dengan Dr. Siegfriet Zoellner

Saya merasa bangga karena waktu pas untuk melakukan wawancara dengan Bapak Misionaris yang susah senang taruhan nyawa pekerja untuk menyiarkan Injil di daerah Yalimo, waktu saya ketua Asrama Pdt. S. Liborang, Natan Pahabol telpon saya dan bilang “Ade Gerson datang Asrama P3W dan ikut Pelatihan yang dilakukan oleh CLD di padang bulan,” waktu saya ke Asrama P3W hatiku rasa sukacita karena disitu ada Bapa-bapa Misionaris, bapak Zoellner, Tometten dan Volker. Karena saya penasaran waktu kami selesai makan siang.  Saya perusaha mendekati Bapak Siegfried Zoellner  tanya tentang penyiaran Injil di Kosarek, pertanyaan saya begini, “Injil masuk di Kosarek,  benar itu yang mana? yang ke serekahi baru dapat usir itu ka? Atau masuk lewat Nohomas?” Jawabnya, “Namloho di Kosarek pertama kami melakukan perjalanan dan pergi tidur di serekahi dan paginya kami dapat usir jadi kembali ke Angguruk dan selanjutnya bersama Bapak Reuter masuk lewat Nohomas untuk membuka lapangan terbang disana.” Karena saya tidak puas kembali tanya lagi, Bapak waktu perjalanan ke Kosarek doa sulung yang sebenarnya yang mana? Jawabnya, anak kami waktu beritakan Injil kemana saja kami berdoa, karena doa kami bisa melakukan pekerjaan apa saja dan susah payah membuka daerah Yalimo tetapi, sekarang pemerintah masuk baru merusak segala upaya dan perjuangan yang kami buat pada waktu itu.” Dan dia menjelaskan hal lain lagi, “ Namloho, setelah pemerintah masuk dari Kabupaten Yalimo dan Yahukimo saja untuk Allah Wene  orang ke Gereja semakin berkurang. setelah Kabupaten Yalimek masuk baru orang rajin ke Gereja dan tingkatkan Allah Wene ka?”

Ternyata dari wawancara ini menjukan bahwa doa sulung waktu mereka bermalam di sebla serekahi di sobom itu sudah lakukan, karena saat saya tanya Bapak Zoellner jawab dengan tenang dan bilang, “Namloho,  karena doa kami bisa melakukan pekerjaan apa saja dan susah payah membuka daerah Yalimo,” di Kosarek termasuk daerah misi baru yang mau dibuka atas permintaan orang serekahi yang di Telam naik minta penginjil lebih duluan, maka setelah kembali ke Angguruk kembali dengan aktivitas awal.

 

2.      2. Wawancara dengan Bapak Reuter

Setelah Pdt Klauss Reuter kasih uang satu juta kepada Jemaat di efata serekahi pada tanggal 10 september 2014 dalam kursus pembinaan di Kosarek. Bapak Klaus kembali ke Jerman. Kami mulai bentuk Panitia di dekai dan lanjutkan ke kampung di Wenput. Setelah doa bersama Klasis di wamena kami turun ke Jayapura untuk laporkan hasil rapat dan sebagai laporan kami ke Sinode dan telpon ke Jerman kepada Bapak Pdt Klaus Reuter. Setelah kami lapor di sinode telpon ke Jerman, dalam telpon yang durasi waktu 15 menit 16 detik. Dalam wawancaranya;

Gerson           

:

Syalom selamat malam Bapa

Klaus

:

Ya, selamat malam apa kabar?

Gerson           

:

kabar baik sekali, terima kasih kami bisa berjumpa dan bicara dengan Bapa lagi, Saya dengan Gerson Mulikma anak dari Thomas Mulikma,

Klaus

:

Ia,

Gerson

:

Saya bersama dengan Zeblon Yohame, anak dari Bapak Penginjil Semuel Yohame, kami sekarang ini, di dampingi Oleh Badan Pekerja Klasis Yalimo.

Klaus

:

Ia baik apa kabar sekarang?

Gerson

:

Kabar baik sekali, dan masyarakat serekahi, Pindewalikmu dan telambela juga salam buat bapak, dan kami juga dapat surat balasan dari bapak Zoellner jadi senang sekali,

Klaus

:

Ia baik,

Gerson

:

Bapak kami dari Panitia Tugu atau monuman, yang sudah perna kami kirim surat september yang lalu sebagai bentuk pemberitahuan, kepada bapak. sudah terima dan sudah jawab jadi kami senang sekali,

Klaus

:

Ia

Gerson

:

Waktu itu dalam kursus pembinaan jemaat Bapak perna kasih uang satu juta kepada jemaat Serekahi, dan bilang buat tanda atau taman bunga.

Klaus

:

Ia, Tetapi saya dapat direncanakan bahwa tidak jadi tahun ini, melainkan mereka mau tunda pada tahun depan.

Gerson

:

Ia, Bapa

Klauss

:

Apa berita itu benar ka?

Gerson

:

Kami disini khusu untuk pembangunan tahapan konsultan, tukang akan menentukan, pasir berapa ret, semen berapa sak? Tapi rencana peresmian tahun 2020 itu yang perna kami kirim surat pemberitahuan kepada bapak?

Klaus

:

Ya. Tetapi masalah ini bahwa, tidak dapat kesempatan tahun ini lagi, karena kami sudah tunda, pertemuan di Kosarek, melalui surat kami karena kami dapat informasi bahwa tidak lakukan tahun ini.

Gerson

:

Kami panitia dalam tahapan kerja, Bapak kapan-kapan ke Papua sesuaikan jadwal perjalanan Bapak untuk Peresmian.

Klaus

:

Oh, begitu, ini bahwa, berita ini benar. Kita bisa tunda lagi, satu tahun.

Gerson

:

Ia

Klaus

:

Kita akan tunda lagi pertemuan tahun depan, 2018

Gerson

:

Pembangunan belum jalan kami rencana mau undang bapak itu tahun 2020 bukan tahun 2018, tahun depan.

Klaus

:

Eee, tetapi ee saya pikir bahwa, suatu rombongan yang cukup besar kami akan datang ke Kosarek, untuk peresmian tugu ini, tetapi saya rasa bahwa ini lebih baik, kita tunda ini pada waktu tahun depan,

Gerson

:

Ia ia, bisa bapa kami ikut petunjuk dari bapak saja.

Klaus

:

Ia, oke kalau begitu, sudah jelas ya!

Gerson

:

Terima kasih bapak, kalau sudah jelas kami masyarakat Serekasi, pindewalukmu, dan telambela sangat senang dan Tuhan memberkati bapak dalam pelayanan.

Klaus

:

Ya, baik. Terima kasih banyak, atas  semua kata-kata dalam, tentang kami akan tunda ini untuk tahun depan,

Gerson

:

Ia, kami sudah mengerti bapak.

Klaus

:

Ia, kalau sekarang sudah ada rombangan besar, eee yang akan ikut, ke pindewalikmu dan juga ke Kosarek.

Gerson

:

Ya, terima kasih kami akan sampaikan jemaat di Pindewalikmu, Serekasi dan telambela.

Klaus

:

Ia, baik.

 

Dalam sejarah Pekabaran Injil mendokumentasikan  bahwa Pdt. Reuter Klaus menggantikan Dr. Siegfried zoellner pelayanan di Wilayah Yalimo. Wawancara dengan durasi waktu 15 menit 16 detik  yang kami lakukan, bahwa tidak ada sedikitpun keberatan untuk perjalanan Bapak Misionaris pdt Klaus dan rombongan ke Kosarek meresmikan tugu dan niat besar untuk kunjungan ke Pindewalikmu,  yang sudah perna jatuh bangun dan membuka lapangan terbang di Kosarek.  Dalam komunikasi telpon yang kami lakukan pada tahun 2017 Pdt. Klauss ingin sekali mau ajak tamu lainnya dengan rombongan besar dari Jerman mau kunjungan ke Kosarek tetapi sayang sekali karena Tuhan berhendak lain sehingga mengakhiri hidup pada tanggal 8 Mei 2019

 

3.      3. Kisah Kehidupan dan pelayanan Keluarga Reuter

Kelauarga Pdt Klaus Reuter dan istrinya Erika Reuter adalah utusan misi dari, “Vereinigte Evangelische Mission” (VEM, Jerman Barat) dan bekerja dibawah penugasan dan naungan “Gereja Kristen Injili di Irian Jaya” (GKI). Dari tahun 1972-1980. Perjalanan ke suatu dunia yang baru itu sangat berat, namun dengan komitmen hati yang tinggi untuk melayani di daerah Yalimo pada tanggal 19 Mei 1972 terbang dari sentani ke Angguruk dengan sebuah pesawat kecil bermesin satu dengan tipe Cessna yang memuat 5 orang. Perjalanan yang panjang menulusuri danau sentani, hutan Mamberamo, rawa-rawa, sungai Mamberamo dan gunung-gunung pada selama 40 menit udara menikmati semua keindahan dan mendarat di Angguruk dan di sambut oleh banyak orang menyanyi kiri dan kanan mengucapkan selamat datang dengan kata, “Nare” dengan ramah yang berarti “Sobat, salam untukmu”. Pada disambut baik oleh keluarga Zoellner ke rumah.

Klaus, Pada hari sabtu, tanggal 19 Agustus 1972 Zoellner dengan dan saya berangkat untuk mengunjungi para siswa Sekolah Alkitab yang berada di Nisiksi, Pinij, dan Pindok. Hari sudah mulai sore dan kami harus terus ke Pinij. Setelah setelah berjalan dua jam kami tiba dalam keadaan lelah di kampung besar itu. Orang Yali di Pinij memakai bahasa lain. Tetapi karena Pinij adalah daerah berbatasan maka kebanyakan orang Pinij bisa mengerti bahasa angguruk. Meskipun demikian kami anjurkan kepada para siswa Sekolah Alkitab untuk belajar bahasa disana, karena bahasa di Pinij juga merupakan bahasa yang digunakan di daerah Kosarek. Menurut laporan-laporan terbaru yang masuk ada beberapa kampung di daerah Kosarek yang menginginkan seorang guru, tetapi disisi yang lain juga ada kampung-kampung lain yang sedang menyiapkan peralatan perang untuk membunuh setiap orang baru yang datang. Yang pasti kami sedang menyiapkan segala sesuatu untuk hari X di Kosarek yang kami yakini pasti akan tiba waktunya.

Erika (Minggu adven pertama 1972): “Tadi pagi Siegfried dan Klaus berangkat menuju Kosarek. Daerah itu terletak di sebelah utara dari kami dan dikenal sebagai daerah tertutup yang belum dikenal dan bersikap memusuhi Injil dan hal-hal yang baru. Dua tahun yang lalu Siegfried zoellner dan Adam Roth di usir dari bussur dan panah dari daerah itu. Sejak itu belum ada yang pergi kembali ke Kosarek, tetapi kadang-kadang ada orang dari sana yang datang kemari dengan tujuan melihat-lihat. Kelihatannya mereka juga memiliki kerinduan untuk mendengarkan kabar baik. Oleh karena itu mereka berdua memberanikan diri untuk berangkat kesana. Dalam waktu 1-2 minggu Ilse dan saya mengharapkan mereka akan kembali dalam keadaan yang baik dan sehat. Lusa bahan-bahan makanan dan peralatan harus disiapkan di Apahapsili untuk di drop untuk mereka, artinya dibuang keluar dari pesawat. Sungguh suatu petualangan yang menegangkan!”

Klaus: “Lembah Kosarek terletak 2 sampai 3 hari perjalana kaki dari Angguruk dan di diami oleh 6 atau 7 kampung dengan penduduk sekitar 1500 sampai 2000 jiwa. Sudah dua tahun yang lalu Siegfried Zoellner dan Adam Roth berusaha untuk menjalin hubungan dengan orang-orang disana, namun tidak berhasil.

Pada hari minggu advent yang pertama kami mencoba lagi untuk pergi kesana. Menurut pandangan berbagai orang kabarnya orang-orang disana tidak bersikap memusuhi dan telah terbuka terhadap hal yang baru, yaitu Injil. Salah seorang siswa Sekolah Alkitab kami berangkat kesana atas inisiatif sendiri dan kembali dengan berita, bahwa mereka akan menerima kami. Demikianlah kami berangkat dengan 35 pria muda dari Angguruk-siswa Sekolah Alkitab dan para majelis-pengantar dan mendampingi kami.

Pada hari yang kedua, setelah kami mendaki dua puncak gunung dengan ketinggian 3000 meter kami tiba di kampung pertama lembah Kosarek. Kami sudah berjlan kaki merayap selama delapan jam dan mengharapkan dapat menemukan sebuah pondok untuk menginap. Akan tetapi ketika penduduk kampung itu melihat kami mereka mengambil busur dan panah mereka dan lari pergi. Karena orang-orang Kosarek memiliki bahasa yang beda dari orang Yali di Angguruk, kami sampaikan pesan lewat penterjemah kami yang kemudian meneriakan: Jangan lari pergi! Kami adalah sahabat-sahabat kalian dan ingin berbicara dengan kalian!’

 

4.      4. Landasan pembangunan Tugu Peringatan

Memang benar semua pihak menolak untuk pembangunan tugu peringatan di Serekahi, tetapi semua tahap di dorong lewat Tata Gereja, Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua, Tahun 1956 yang mengalami perubahan yang ke enam kalinya pada sidang sinode XIV GKI Tahun 2000 di sorong. Dan Peraturan tentang jemaat,  Klasis dan sinode khususnya Bab V, Pasal 15 tentang Tugas dan Wewenang badan Pekerja Klasis.

Pada akhirnya pembangunan tugu peringatan dibangun dengan landasan;

1.      Suatu amanah kebenaran Firman Tuhan Kejadian 13: 3 pembangunan mula-mula di Wilayah Kosarek.

2.      Tindak lanjut / mandate Interupsi Bapak pdt. Klaus Reuter pada tanggal 10 September 2014 di Kosarek dalam kursus pembinaan Jemaat.

3.      Hasil Keputusan Rapat majelis jemaat Efata Serekahi padaTahun 2016,  tentang Perayaan dan pembangunan Monumen Injil.

4.      Surat Keputusan Klasis GKI Yalimo Anggruk Nomor: 59/A/B_X-V-KOS/IX/2016 tentang pembangunan Monumen Injil di Serekahi Sobom Sebagai tanda bekas kaki sendiling atau doa sulung Pertama Wilayah jayahan Pos PI Kosarek.

5.      Rapat Terbuka pembentukan panitia kota pembangunan Monumen Injil  11 Juli 2016 di dekai Yahukimo.

6.      Rapat Terbuka pembentukan panitia Lokal pembangunan tugu Injil  Pada tanggal 30 Agustus 2016 di pintewalikmu-Wenput.

7.      Koordinasi dan doa bersama klasis GKI Yalimo pada tanggal 15 September 2016 Di Wamena.

8.      Penetapan hasil kursus pembinaan Jemaat Badan Pekerja Klasis GKI Yalimo Angguruk wilayah V Kosarek pada tanggal 24-25 Oktober 2016 di Kosarek tentang pembangunan monunen Injil di jemaat Efata Serekahi. Berdasarkan Program kerja BPK Wilayah V Kosarek.

 

 

Pada akhirnya sekalipun belum selesai bangunan Tugu peringatan pada hari ini, pada tanggal 25 November 2020 genap 50 tahun Emas kami dokumentasikan sejarah yang tidak didukung oleh wawancara Ismael Robby Silak di Wilayah Kosarek dalam bukunya. “Dibelakang gunung terbitlah terang,” dan ikut di musnahkan oleh para penguasa Abdula di Wilayah Kosarek.

Selamat Melayani dan beritakan terus Injil Kerajaan Allah di Wilayah Kosarek, dimana saja kita dipanggil dan diutus. dan selamat selamat bekerja untuk Yubelium 50 tahun Emas 4 Desember. sebenarnya tepat hari ini juga peresmian Tugu peringatan di Serekahi tetapi kami hanya dukumentasikan Karena lockdown jadi tamu dan undangan dari Jerman tidak bisa masuk di Papua. Tetapi dengan besar hati kami Permohonan Maaf untuk Sussane Reuter dan fiedrieck Tometten yang tidak hadir hari ini.

 

Selamat Merayakan Hari Doa Sulung peristiwa Pengusiran Injil di Wilayah V Kosarek. Tuhan Memberkati

 

 

 

Jayapura 25 November 2020

Penulis Gerson Mulikma,

Anak Penginjil Pertama dari Orang Kosarek



Senin, 30 Juli 2018

KEMAJUAN PAUD SM DI WILAYAH MEK KOSAREK


sejarah

”PERHATIKANLAH KEADAANMU”(dalam bahasa Mek:Sikne Roman Mo Kemelalulam), ayat yang begitu indah untuk menegur kita kembali diam sejenak merenung dan merefleksikan kembali perjalanan hidup anak-anak Suku Mek akhir-akhir ini kian merajut tinggi melebihi batas kewajaran yang dinubuatkan Allah atas anak-anak cucu Mek Kosarekuntuk bangkit menjadi berkat bagi semua orang, namun kini menuju Ambang Kehancuran dan Menciptakan Kutuk Atas Diri, Anak Cucu dan Tanah Leluhurnya Alam Bumi Mek yang diperuntukkan Allah dan Para Leluhur Alam Bumi Mek kepadanya sebagai hak mutlak pemberian Allah yang seharusnya dipertahankan menjadi bagiannya turun temurun.

Jumat, 26 Desember 2014

Identitas diriku



 


To Knowing My Identity
“Who is Gerson…??”
About my sElf:

Gerson Bohhy Mulikma lahir di Kampung Mine, saat itu belum ada pemekaran Distrik dan Kabupaten masih di kecamatan Kurima Kabupaten Jayawijaya – Papua, pada 27 April 1990, kami dalam keluarga laki-laki empat putera dan tiga putri dari tujuh bersaudara, Diantaranya, Etina Mulikma, Emina Mulikma, Naftali Mulikma, Gerson Mulikma, Yanai Mulikma, Yamerina Mulikma, dan Jhoni Mulikma, anak dari ayah terkasih Thomas Mulikma dan Yosina Yangalib.
Saya dilahirkan di Kampung halamanMinedan dibesarkan dibeberapa tempat yang berbeda, yaitu pada usia1-10 tahun di mine tempat pelayanan Bapa. Dan pada waktu itu karena bapa terkasih sakit-sakit akhirnya masyakat hombuka rombongan Thomas wisabla pergi ke mine angkat pakai kayu berikat tali dan bawah ke kosarek dipos yantu untuk melakukan perobatan, setelah bapa membaik kami pindah ke serekasih Daerah asalnya.
Pada usia ke-10-11 tahun kami tinggal di serekasih baru turun kesekolah SD Inpres Kosarek karena Tugas Penginjilan seorang ayah terkasihku berdasarkan SK Penginjilan yang dikeluarkan oleh Klasis GKI Balim Yalimountuk menginjili umat Tuhan di Kampung hombuka tetapi, mama tidak mau pergi karena sudah perna jadi pelayanan di beberapa jemaat di sekitar kosarek diantaranya, kampung wasaltek Bapa Pelayan dari Tahun (...........)selanjutnya Pelayanan Jemaat Di Wahe tahun (..................) selanjutnya jemaat di Mine (tahun............) pada waktu di sekitar kosarek dikatansuatu daerah baru kala itu masih gelap dan primitive, keterbatasan penginjil jemaat-jemaat yang lain belum mengenal Terang Injil Yesus Kristus Sang Pembawa Damai bagi dunia, maka kami sekeluarga karena argumen mama tidak mau pergi pelayanan di kampung hombuka lagi pada akhir bapa terkasih memutuskan untuk melayani dari kampung serekasih ke hombuka. Selama hampir 1 tahun lebih ayah terkasih  menginjili, di hombuka karena pendidikan saya harus mengambil komitmen untuk meninggalkan kedua orangtua dan melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) diwamena.
Karena atas berkat, anugerah dan pertolongan Tuhan, Allah, Manusia dan Alam Semesta, serta doa, dorongan dan motivasi positif kedua orang tua terkasih sehingga saya dibesarkan dan bertumbuh menjadi dewasa fisik, mental-spiritual, dan bertambah hikmat dan terus ada sebagaimana ada saat di tempat perantauan di Kota Studi Jayapura.
Suatu kebanggaan dan terima kasih yang tak bisa terucapkan kepada Tuhan, Allah, Manusia dan Alam Semesta, serta kedua orang tua terkasih atas sukses yang telah terlewati serta suatu Rancangan hidup yang penuh Misteri ini.


 

POSITIVE CARACTERS
*     Positive Thinking.
*     Percaya kepada Alkitab dan Doa sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan dan menghidupkan orang percaya.
*     Takut dan tunduk pada Otoritas Kerajaan Allah.
*     Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. (Buah Roh, Gal.5:21-23).
*     Rendah hati dan mudah menyerah terhadap orang yang lema lembut, latar belakang tidak mampu dan lawan terhadap orang yang ego tinggi.
*     Menghormati dan menghargai Kuasa dan otoritas Allah, Manusia dan Alam Semesta.
*     Cinta damai dengan pribadi, Allah,Manusia dan Alam Semesta.
*     Mengasihi dan menghormati Allah, Manusia, dan Alam Semesta, serta papa’mama.
*     Tak cemburu, dan tak sombong.
*     Tak mencari pujian hormat pribadi (gila hormat).
*     Hidup terbuka bagi Allah dan sesama.
*     Motivator rohani, netral thinking dan solidarity bagi kaum yang tak berdaya dan putus harapan akan masa depannya.
*     Sederhana, pendiam, dan tak pernah peduli dengan masalah.
*     Percaya kebenaran dan tetap pada pendirian (tidak mudah di pengaruhi).
*     Benci pada kebohongan (gossip),
*     Kadang Licik demi kepentingan dan keselamatan orang lain dan alam.
*     Percaya diri bahwa saya adalah seorang Pemimpin bukan yang dipimpin (Kepala dan bukan Ekor), baik dari cara (berpikir/bertindak), cara berbicara/menyapa orang, cara makan/minum, cara berpakaian,cara berjalan,dan cara duduk/berdiri.
*     Benar-benar kenal diri dan sadar akan kekurangan dan kelebihan yang di miliki.
*     Berkemampuan Standart dengan bersandar pada Wahyu dan Hikmat ALLAH, Manusia dan Alam semesta sebagai hak mutlak pemberian Allah atasku sejak dalam kandungan ibuku yang harus dipertahankan.
*     Konseptor and Critism thinking
*     Rasa ingin tahu dan memiliki.
*     Berpikir sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
*     Bertindak cepat dipandang salah.
*     Berkhayal (bercita-cita) tinggi menjadi pemberdayaan manusia dan alam semesta.
*     Perasaan, firasat dan naluridalam mencuriga dan mengetahui sesuatu ataupun perasaan hati dan pikiran orang lain selalu benar.
*     50% memiliki Caracter Christus.
*     Percaya pada kebenaran dan kehidupan yang penuhMisteri.
*     Tetap percaya pada ide dan konsep pikir saya yang positif.
*     Optimis dan bukan pesimis.
*     Selalu mau ingin tahu dengan situasi dan keadaan disekitarnya.
*     Cinta kasih, rasa dan karsa, hanya pada budaya Kosarek (Tuhan Suku mek).
*     Cinta Tuhan, cinta Budaya, cinta Alam.
*     Percaya Tuhan lewat Budaya Agama Suku Mek, bahwa Tuhan itu lebih dekat kepada umat-Nya lewat Budaya Agama Suku itu sendiri.
*     Perspektif positif saya mengatakan bahwa Budayaku adalah Jati Diriku. Hilang Budayaku, hilang pula Jati Diriku, dan selalu percaya bahwa Jati diriku dibesarkan oleh Budayaku.
*     Percaya bahwa Allah sediakan seorang penolong yang “Sepadan” denganku, (Kej.1:26-28, 2:18-25).

NEGATIVE CARACTERS
*     Kadang tak percaya pada TUHAN (Pengaruh Filsafat).
*     Kuat fisik& takut gelap.
*     Licik, pemalu terhadap cewe tapi cerewet terhormat.
*     Merasa kerdil ketika tak di hargai.
*     Malas diperintah, dan ingin dihargai.
*     Bertindak cepat akibat tidak focus pada konsep “Berfikir sebelum Bertindak”.
*     Banyak berpikir, susah bertindak (akibat tidak didukung oleh fasilitas).
*     Sering gossip dan berbohong tentang kebenaran terhadap orang lain demi mencapai tujuan sesaat (semu).
*     Marah/membenci sesaat jika disakiti (tak sepikir) tetapi bukan pendendam.
*     Sering membanggakan diri dan mencari pujian orang lain dalam berkarya.
*     Kadang puji diri dan sombong untuk sebuah keberhasilan.
*     Sering mencari perhatian orang lain.
*     Mudah jatuh cinta/bersinah dalam hati akibat (roh keinginan dan hawa nafsu/ Matius 5: 28).
*     Keinginan Punya banyak pacar hanya untuk kepuasan sesaat.
*     Licik dan cerdik dalam perkataan
*     Takut salah/bersalah/masalah.
*     Sering tertuduh oleh nurani.
*     Merasa kurang dan tidak puas dengan hidup.
*     Disiplin/management diri, waktu dan money kurang/rendah.
*     Tidak mempercayai adanya Surga dan Neraka setelah mati.
*     Benci kepada orang sombong, serakah,munafik dan pendusta.
*     Tak peduli dan bosan pada pembicaraan yang sia-sia (humoris).
*     Percaya pada ide dan konsep pikir saya bahwa itu yang lebih benar dari pada ide dan konsep pikir orang lain.
*     Merasa tidak terhormat ketika pembicaraan saya tidak diindahkan/dihiraukan dengan memotong pembicaraan saya.






 


*     Sekolah Dasar SD Inpres Kosarek tamat tahun 2003.
*     Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPK Betlehem Wamena tamat tahun 2006.
*     Sekolah Menengah Atas (SMA) YPK Betlehem Wamena tamat tahun 2010.
*     Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jurusan Administrasi Negara, Universitas Cenderawasih Jayapura tahun 2010 – sekarang.

















 

*     Ketua Kelas IIb, SMP YPK Betlehem Wamena tahun 2004-2005.
*     Wakil Ketua Kelas IIIb, SMP YPK Betlehem Wamena tahun 2005-2006.
*     Koordinator kerohanian SMP YPK Betlehem Wamena tahun 2005-2006.
*     Ketua Kelas II Bahasa, SMA YPK Betlehem Wamena tahun 2007-2008.
*     Koordinator Kerohanian SMA YPK Betlehem Wamena tahun 2007-2008.
*     Koordinator Umum Kerohanian PAM Maranatha Kodim 1702 Jayawijaya Tahun 2008-2009.
*     Koordinator Kerohanian Asrama GKI Pdt. F.J. S Rumainum Wamena Tahun 2007-2009.
*     Komando Paskibraka Upacara Pertama di Kabupaten Yalimo Tahun 2009.
*     Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Dan Pemuda Kosarek Di Jayapura Tahun 2011-2013.
*     Ketua Angkatan Administrasi Negara Fisip Uncen  tahun 2010-2011.
*     Sekretaris Komisariat GMKI Fisip Uncen Masa Bakti 2010-2012.
*     Ketua Asrama GKI Pdt.S.Liborang Padang Bulan Jayapura Periode 2012-2013
*     Sekretaris Asrama GKI Pdt.S.Liborang Padang Bulan Jayapura Periode 2013-2014.
*     Koordinator Persidangan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisip (DPMF) Uncen Masa Bakti 2012-2014.
*     Sekretaris Fungsionaris Bidang Organisasi Badan Pengurus Cabang BPC.GMKI Jayapura Masa bakti 2010-2014.
*     Bendara Asosiasi Peduli Pendikan Pembangunan Kabupaten Yahukimo Tahun 2013-2014.
*     Penasihat Ikatan Mahasiswa Pelajar Dan Pemuda Kosarek Di Jayapura Tahun 2013-2015.
*     Ketua II Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih.

KETERLIBATAN DALAM KEPANITIAAN:
*     Ketua Panitia Seminar PAM GKI Maranatha Kodim 1702 Jayawijya Asarama GKI Pdt. F.J. S Rumainum Wamena Tahun 2008.
*     Anggota Keamanan KKR Ulang Tahun PAM GKI Maranatha Kodim 1702 Jayawijya Tahun 2008 Di Lapangan SMA Negeri 1 Wamena.
*     Anggota Seksi Kesekretaatan Natal Mafian Tahun 2011.
*     Anggota seksi Keamanan, KSW XII GMKI Papua di Jayapura tahun 2012.
*     Anggota seksi Pubdekdok, Sidang Pleno II GMKI Jayapura tahun 2012.
*     Anggota seksi Kesekretariatan, Dies Natalis GMKI ke-62 dan Peresmian Gedung Sekretariat GMKI Jayapura tahun 2012.
*     Ketua Komisi C, Sidang Pleno II GMKI Jayapura tahun 2012.
*     Ketua Panitia Sidang Pleno I GMKI Jayapura tahun 2013.
*     Steering Coomittee pada Musyawarah komisariat GMKI Komisariat I.s.kejne Tahun 2013.
*     Steering Coomittee pada Muskom GMKI Komisariat TB. Simatupang Tahun 2013.
*     Steering Coomittee Himpunan Mahasiswa Pelajar Kabupaten Yalimo di Jayapura Tahun 2014.


PRESTASI YANG DI RAIH:
*     Lulus dengan prestasi terbaik SD Inpres Kosarek.
*     Meraih Juara I Umum Matematika SMP YPK Betlehem wamena.
*     Siswa terbaik SMP YPK Betlehem wamena dengan meraih Rengking Juara III Umum.
*     Siswa terbaik SMA YPK Betlehem wamena.











 



      
Mewujudkan Rancangan  Allah, Manusia, dan Alam Semesta atas hidupku lewat Budaya Agama Suku, Manusia dan Alam Semesta dalam kehidupan nyata yang penuh Misteri.

VISSI HIDUP BERDASARKAN LANDASAN THEOLOGIS:
*        Menatap masa depan yang penuh harapan, (Yer. 29: 11).
*        Berharap hanya kepada Sang Pencipta Langit & Bumi, (Mzr. 121:1-8).
*        Dia mengasihi aku dengan kasih-Nya yang kekal, (Yer. 31:3).
*        Dia tak pernah berhenti berbuat baik kepadaku, (Yer. 32:40).
*        Akulah harta kesayangan-Nya, (Kel.19:5).
*        Dia akan tunjukkan hal-hal besar dan ajaib kepadaku, (Yer. 33:3).
*        Dia akan memberikan seorang penolong yang “Sepadan” denganku, (Kej.1:26-28,2:18-25).
*        Dia lakukan jauh lebih banyak dari yang aku doakan dan pikirkan, (Ef.3:20).
KONSEP YANG DIKEMBANGKAN DARI VISSI HIDUP:
Motto: Hidup ini Misteri, hasil yang dicapai adalah Misteri. Jati diriku melekat pada Budayaku. Hilang Budayaku, Hilang pula Jati diriku.
Ada dua Konsep utama yang ingin dikembangkan dari Vissi Hidup saya yang penuh Misteri adalah sebagai berikut:
*        Bangunan Tugu Bersejarah yang penuh Misteri dan bernuansa tempat sakeral Agama Suku Mek Kosarek yang akan dibangun dipusat Tanah Leluhur Mek sebagai tempat Upacara Sakeral tiap tahun pada waktu yang telah ditentukan sebagai hari bangkitnya Harkat, Martabat, Budaya dan Jati diri Anak cucu darah asli keturunan Mek Kosarek dari segala penjuru dunia akan datang melakukan pendataan penduduk, mohon berkat, dan para tua-tua Agama Suku Mek Kosarek pada puncak perayaan itu akan naik kerumah suci untuk mendoakan dan memberkati Tanah Leluhur dan Anak cucu Mek untuk mengurapi dan mohon berkat.

 


Untuk mencapai vissi saya, hanya membutuhkan 5 kata kunci:
*        Percaya, tunduk dan taat kepada Alkitab sebagai  pengganti kehadiran Tuhan,Allah, Manusia dan Alam Semesta di tengah-tengah kehidupan nyata manusia dan budaya.
*        Disekolahkan pada pendidikan Adat, Budaya Agama Suku Mek.
*        Selesaikan studi saya di Konsentrasi Kebijakan Publik.
*        Mempermantap bahasa Inggris untuk memudahkan saya bermitra dengan Negara-negara donor.
*        Menikah dengan wanita yang “Sepadan”, sepikir, sehati, seperasaan, se-Suku dan se-Budaya dan memahami Agama Suku Mek.






 



Keluarga Bahagia adalah perkawinan yang direncanakan.  Bebek tak mungkin menikah dengan Ayam, harus menikah dengan yang sejenis dan yang “Sepadan” agar mewujudkan karya dan vissi Allah, Manusia dan Alam Semesta dalam kehidupan nyata mereka yang penuh Misteri.

Kriteria seorang wanita yang pantas dan “Sepadan” denganku untuk dinikahi agar mewujudkan Vissi saya adalah sebagai berikut:
*        Memiliki Karakter Kristus yang dikembangkan menjadi Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian.
*        Cantik, putih/hitam polos kelakuannya dan tak bercela.
*        Jujur, sederhana, berwibawa, cinta damai, cinta Tuhan, cinta Budaya, cinta Alam dan Manusia *(Sepadan denganku).
*        Mampu mengidentifikasikan diri menjadi “Sepadan” denganku (bukan dipaksakan”)untuk mewujudkan Vissi saya.
*        Berdarah asli Suku dari Papua, “Sepadan” denganku.



 

*        Semakin banyak Anda membaca dan berpikir, semakin banyak pula yang akan anda tahu. Jika Anda ingin tahu Rahasia Allah seutuhnya, mengenai Pribadi dan sifat-sifat Allah, Manusia dan Alam Semesta, maka bacalah dan selamilah seluruh isi Kitab Suci Allah (Kejadian – Wahyu).

*        Hidup ini akan lebih lengkap, jika dihiasi dengan masalah dan beban-beban hidup. Aku akan selalu bersyukur atas masalah dan beban-beban hidupku, karena ditengah-tengah kehidupan inilah Kemuliaan Allah dinyatakan.

*        Aku akan selalu mencoba dan terus mencoba untuk mengetahui seutuhnya tentang siapa aku, apa arti kehadiranku, bagaimana sifat-sifat pribadiku, untuk apa tujuan hidupku, kapan dan dimanakah akan kuwujudkan semua tujuan hidupku menurut Rancangan Kuasa dan Otoritas Kerajaan Allah atasku dalam rahim ibuku mengenai masa depanku yang penuh harapan.

*        Kini ku’mengerti dan haruslah jujur kukatakan kepada-Mu, engkau Tuhan, Allah, Manusia dan Alam Semesta; bahwa memang sungguh benar aku tak mengerti arti hidupku, dan sungguh amat-sangat sulit bagiku untuk memikirkan dan membayangkan seperti apa dan bagaimanakah masa depanku, studiku, pekerjaanku, jodohku, dan akan seperti apa dan bagaimana juga kehidupanku ketika menuju tingkat kedewasaan penuh dan membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia dan Takut akan Tuhan…???

*    Ya Tuhan, Allah, Manusia dan Alam Semesta. Aku tidak ingin minta sebuah kekayaan, kehormatan, kekuasaan dan jodoh yang sempurna; namun yang kupinta, “berilah aku Hikmat” supaya mengerti arti hidupku agar selalu menatap terus kedepan dalam menata dan men-design sedemikian rupa seluruh peta hidupku menuju transformasi kehidupan yang lebih layak dan sempurna dan berarti bagi hormat dan kemuliaan Tuhan, Allah, Manusia dan Alam Semesta.

“MEDAN GUMULKU”
LANDASAN THEOLOGIS:
(HAGAI 2: 3 - 9)
       “Perhatikanlah keadaanmu.
       Kamu makan banyak, tapi tidak kenyang,
Kamu mengingini sesuatu ketika capai belum juga puas,
Lakukan sesuatu selalu gagal … dll…!!
“Perhatikanlah keadaanmu” Demikianlah Firman TUHAN yang datang kepada Nabi Hagai”

Inilah dia, temuan-temuan Medan Gumul penghambat kesuksesan saya:
*        Medan Gumul Gereja/mental spiritual
*        Menjauhkan diri dari perkumpulan2 Jemaat (Suam2 kuku/ Jarang masuk Gereja), Ibadah PAM & Keluarga.
*        Tidak mempercayai adanya Surga/Neraka setelah mati.
*        Cara Ibadah lebih cenderung mempercayai Kepercayaan Tuhan lebih dekat kepada umat-Nya lewat Agama Suku, di banding kepercayaan kepada Tuhan dengan Budaya Barat.
*        Mempercayai Kuasa Alam sebagai Hak mutlak manusia yang merupakan pemberian Allah kepada manusia pada zaman Firdaus yang harus dipertahankan turun-temurun Pet sepna dari mek.
*        Menganggap diri bijak
*        Salah menempatkan diri untuk Saat Teduh/ Jarang meluangkan waktu untuk Doa& Firman.
*        Disiplin/management diri,waktu dan money rendah/kurang.
*        Sering tak terkontrol dalam pembicaraan
*        Tidak merasa puas/benci dengan orang yang melakukan kesalahan/tindakan/ perkataan beracun/munafik/sok2 tahu/bohong dan merugikan kebebasan orang lain.
*        Banyak pikir, susah bertindak
*        Benci diperintah
*        Politik bawah tanah keras/ merancang kegagalan kepada orang lain (Licik/cerdik ).

*        Medan Gumul Perguruan Tinggi
*        Merasa minder dengan dosen dan teman-teman se-angkatan.
*        Menutupi kelemahan saya kepada orang lain dengan taktik kelicikan menipu orang tua dan lainnya yang merasa simpati dengan study-ku.

*    Medan Gumul Masyarakat/organisasi
*    Tidak menjalankan tugas-tugas organisasi dengan baik,
Motto: Keterbukaan adalah Awal dari Pemulihan:
1 Terbuka, 1 dipulihkan
2 Terbuka, 2 dipulihkan
       3 Terbuka, 3 dipulihkan
Semua Terbuka, Semua Dipulihkan