Kerinduanku, hatiku, jiwaku, asaku, untuk sebuah kedamaian kerinduan pemberdayaan atas Tanah dan Anak cucu Mek Kosarek, semuanya terasa tertumpu pada komitmen hidupku: “Karena kamulah, aku diutus”.Aku ada karena Kebesaran Sukuku, dan tetap percaya pada teori penciptaan manusia bahwa Aku diciptakan oleh Allah menjadi serupa dan segambar dengan-Nya dari Tanah Leluhur Alam Bumi Mek itu sendiri.
Senin, 30 Juli 2018
sejarah
”PERHATIKANLAH KEADAANMU”(dalam bahasa Mek:Sikne Roman Mo Kemelalulam), ayat yang begitu indah untuk menegur kita kembali diam sejenak merenung dan merefleksikan kembali perjalanan hidup anak-anak Suku Mek akhir-akhir ini kian merajut tinggi melebihi batas kewajaran yang dinubuatkan Allah atas anak-anak cucu Mek Kosarekuntuk bangkit menjadi berkat bagi semua orang, namun kini menuju Ambang Kehancuran dan Menciptakan Kutuk Atas Diri, Anak Cucu dan Tanah Leluhurnya Alam Bumi Mek yang diperuntukkan Allah dan Para Leluhur Alam Bumi Mek kepadanya sebagai hak mutlak pemberian Allah yang seharusnya dipertahankan menjadi bagiannya turun temurun.
Langganan:
Postingan (Atom)